|
Ketika kaki Gabrielle
melangkah. Ia mencari-cari, sesuatu yang kosong di hatinya. Di hadapannya,
Andrew adalah pria dengan sejuta pesona. Gaby terkejut. Untuk kesan pertama,
Drew memang pangeran berkuda putih yang memikat. Siapa pun yang ada di
ruang dansa itu setuju Drew menjadi pusat perhatian.
Dengan mata yang berbinar-binar, Gaby berusaha mencari pria yang kelak
menjadi suaminya. Apakah dia? Namun, tidak ada yang lebih menyakitkan bagi
Gabrielle ketika Drew mengungkit satu hal sensitif, yaitu ayahnya Gabrielle
adalah seorang bajak laut.
Duh…rusak sudah! Lonceng peperangan
dimulai. Pesta perjodohan malam itu berubah menjadi mimpi buruk.
Kisah percintaan pelik tersebut dapat kamu simak di novel yang ditulis
Johanna Lindsey yaitu Captive of My
Desire. Pada dasarnya, hasrat Gabrielle ialah mengarungi lautan untuk
berburu harta karun bersama ayahnya. Masa-masa tersebut adalah waktunya yang
terindah.
Namun keinginan ibunya sangat kuat, Gabrielle pun mengalah dan kembali ke
Inggris untuk menjalani perjodohan. Pertemuannya dengan Drew, sang kapten
yang belum ingin menikah menghantarkanya pada perjalanan cinta yang
menegangkan.
Awalnya mereka bersikap seperti kedua magnet yang bertolak belakang, kini
mereka tersulut api asmara. Akankah mereka menemukan cinta mereka yang
sesungguhnya? Siapakah yang menjadi tawanan cinta kali ini?
Tokoh Gabrielle merepresentasikan perempuan yang merdeka dan mandiri. Namun
ia terkukung adat, yaitu ia harus secepatnya mencari pendamping hidup. Kerap
berperilaku seperti pria, Gabrielle adalah perempuan yang mengalah. Ia tak
rela melihat ibunya bersedih karena ia belum juga menikah.
Sedangkan Drew adalah pria pemikat dan tidak menyukai komitmen. Namun ia
cenderung ceplas-ceplos dibalik kharismanya yang mengagumkan. Akankah mereka
berani berbicara kejujuran hati mereka?
Temukan jawabannya dalam novel Captive
of My Desire!
Thursday, 04 March 2010
Price: Rp46.000
(harga yang berlaku di Pulau Jawa)
Judul: Morning
Glory
Penulis: LaVryle Spencer
Harga: Rp 46.000
ISBN: 979-780-397-x
Jumlah halaman: viii + 572 hlm
Ukuran: 14 x 20 cm
|
Will adalah mantan
narapidana dan Elly, wanita yang introvert
yang kaku serta culas. Tidak ada pilihan lagi bagi Will selain
mengambil langkah gila. Will baru saja keluar dari penjara dan membaca sebuah
iklan lucu di Koran lokal - Dicari seorang suami. Pemuat iklan tersebut
adalah Elly, seorang wanita frustasi karena suaminya meninggal.
Will sebenarnya merasa bodoh. Namun tidak ada cara lain baginya untuk
memiliki tempat tinggal selain mengetuk rumah Elly dan meminangnya. Sungguh!
Sebuah lelucon yang membuat seluruh isi kota tertawa. Will lebih
terperanjat ketika wanita yang ingin dinikahinya tengah hamil dan harus
membesarkan dua putranya yang masih kecil.
Barangkali cinta yang murni datang ketika ujian dalam hidup terus menerpa.
Kisah percintaan Will dan Elly bukanlah ledakan yang menggelora di awal
perjumpaan. Bukan juga malam-malam romantis bertabur mawar, atau pesta dansa
gemerlap yang menggunakan gaun seindah Marie Aintoinette. Lebih gawat dari
itu, hari-hari mereka penuh pertengkaran.
Will dan Elly memulai hari-hari mereka dengan pekerjaan rumah dan mengasuh
anak. Namun dari situlah Will melihat sosok Elly sebagai seorang ibu yang
melindungi dan mencintai anaknya-anaknya. Elly mampu mengembalikan masa
kanak-kanak yang mengenaskan bagi Will, dimana ia harus tinggal di
sebuah panti asuhan.
Akankah seorang mantan pembunuh seperti Will mencintai Elly? wanita pemarah
yang pernah melemparinya dengan telur. Percaya atau tidak, namun dari situlah
permulaan benih-benih cinta tumbuh dalam hati Will.
Novel yang ditulis Lavyrle Spencer ini, membangun tokoh yang kuat dan
konsisten sejak awal. Sosok Will digambarkan seorang laki-laki yang
memiliki rasa percaya diri yang rendah dan kaku. Barangkali karena ia mantan
pembunuh dan memiliki label yang buruk.
Kendati demikian, Will sebenarnya seorang yang sensitif, dan rapuh. Di
balik semua itu, Will terus mencari sepotong waktu yang hilang, yaitu masa
kanak-kanak yang terenggut.
Sementarai itu Elly adalah wanita yang culas. Masa kecilnya yang penuh
tekanan membuat dirinya terkukung dan tumbuh sebagai perempuan aneh yang
tidak suka bergaul. Seluruh kota mencela dirinya, sebagai perempuan yang
‘agak miring’
Mereka berdua adalah reprentasi dari manusia-manusia terbuang
atau yang dikucilkan. Mereka pun ini dianggap tidak layak bagi kacamata
masyarakat sekitarnya. Namun, cinta tentunya memberikan sebuah tempat
bagi mereka untuk dianggap ada sebagai ‘manusia’
Novel terbitan Gagasmedia ini mengkisahkan cinta kedua anak manusia yang
dibangun dengan murni dan mengharukan. Cinta yang sederhana. Bahwa mereka
berhak atas kehidupan yang lebih baik, dan lahir baru ketika orang lain
selalu menghakimi. Mereka tetap tangguh dan saling memberikan kekuatan ketika
seluruh dunia seolah berbalik memusuhinya.
Novel ini mengulas tentang manusia yang kelaparan. Bukan lapar akan makanan,
tapi lapar cinta. Juga manusia yang tidak punya tempat tinggal, bukan hanya
karena tidak punya rumah. Tapi karena sebuah penolakan.
Selamat membaca!
|
|
|
0 komentar:
Posting Komentar