“Romeo ku datang, Jull..!!”
Hi, nama
ku Julliet. Dari namanya bisa ditebak akan ada seorang pangeran tampan yang
datang suatu saat nanti, Romeo. Persis seperti cerita di novel karya
Shakspierre dan film-film di TV. So,
aku lah gadis paling beruntung di dunia, karena sejak dari lahir sudah berjodoh
dengan sang pujaan hati, my Romeo. I’m so
happy!
Ku awali hari Senin ini di
kampus dengan t-shirt bertuliskan I love
NY yang aku match dengan blazer
hitam ku. Huft,seperti biasa jam pertama kuliah di pagi ini terasa membosankan
karena sang dosen, Mr Eddie dosen ku dari Aussie hanya sempat bertatap muka
selama 30 menit, itu pun cuma di isi dengan pemberian tugas dan materi lewat
Power Point. Masih ada kuliah lagi tapi nanti jam 1 siang. Oh, my God harus ngapain 5 jam ini?! Bosen main ke mall apalagi
nongkrong di HardmUse cafe yang notabene sudah menjadi café langganan 2 tahun
terakhir. Aku memandangi tempelan-tempelan kertas di mading. Ada
tempelan berbagai macam seminar dan syarat-syarat pengajuan beasiswa. Aku
langsung teringat dengan rencana ke kantor program buat minta surat
keterangan untuk keperluan perpanjangan beasiswa. Tanpa pikir panjang aku langsung
bergegas. Setelah semua urusan ku selesai, istirahat sejenak di depan kantor.
Lama sendiri.
“Maaf, kantor program di sini ya?”tanya
laki-laki, maybe dia seumuran ku.
Aku menganggukkan kepala.
“Makasih.”
Aih,aih siapa itu tadi?? lumayan cuy tapi ko’belum pernah lihat. Masak iya
mahasiswa tingkat satu sedewasa itu?? tapi mungkin juga
Ternyata laki-laki kemarin itu
mahasiswa transfer dari jurusan yang sama, Sastra Inggris dari luar kota . Sebenarya
aku cukup heran karena tidak segampang itu mahasiswa bisa masuk lewat jalur transfer,
tapi kata mas Haris asisten program, dulunya ia dari PTS ternama dan nilainya
bisa dibilang sangat lumayan. Ia sekarang di kelas B, berbeda dengan ku. Ku
ketahui gak sengaja dari daftar
absennya, nama mahasiswa baru itu Prahapatih Romeo.
Mataku terbelalak.
Weiits?!! Romeo? Romeo? Kupandangi daftar absen
itu berulang kali.
Yes!
Thanks God, Kau kirimkan ia sekarang!
Cukup lama untuk tahu siapa
dirinya. Ternyata ia pindah dan terpaksa transfer karena disuruh sang ayah
menemani menjalankan usaha bisnis waralaba-nya. Sang ayah yang seorang single parent yang juga telah hijrah
lebih dulu ke kota ini 8
tahun lalu sehingga otomatis butuh pembantu sekaligus calon penerus. Gile,
tajir nih! Makin lama aku berusaha sekuat hati untuk tahu lebih dalam. B’coz aku yakin ia jodoh yang dikirimkan
Tuhan untuk ku, persis seperti cerita dan film-film “Romeo and Julliet”. Ow, so sweet!
Kisahku untuk mendekati Romeo
aku lakukan diam-diam termasuk dengan Delani, my best and lovely friend (I
hope).
Akhirnya, dengan segenap jerih
payah dan usaha, aku dapatkan juga nomor HPnya. Perfect!
Malam minggu ini dengan sedikit
gagap dan cemas aku mulai coba SMS di nomor HP Romeo. Sebagai aksi pertama.
Basa-basi.
HI, BNR ROMEO?
5 menit ia membalas, SIAPA???
MSH INGET CEW YG KTEMU DI DPN KNTR
PROGRAM DL? PAKAI BLAZER ITEM
Agak lama juga ia balas, maybe sambil mengingat-ingat.
OH, IYA SORY BR INGAT.
SYUKUR MSH INGET,
balasku cepat
BTW, DPT
NO KU DR MN ?
Aku gak
balas. Mungkin karena terlalu lama akhirnya dia SMS.
AKU LOM TW NM KM, CP C?
Yes, dia
gak bahas dapat dari mana nomornya.
JULLIET, KM ROMEO KN?!
KOK TW?
DI KMPUS SBGIAN BSR DH TW KM LG, DR JKT
& SATU2NYA MHSSWA TRANSFER, HA8
OH, LAM KNL J DH
Aku mulai bertegur sapa dan
saling melempar senyum dengan Romeo. Yap ! Cowok
yang aku yakini sebagai pendampingku kelak. Dia mulai mengajak bicara seputar
SMS ku malam minggu kemarin. Akhinrya pembicaraan itu di lanjutkan di kantin
kampus. Thanks God (again)!
Aku memberanikan diri untuk
menyambangi kelas Romeo sepulang kuliah. Ku ajak ia makan empek-empek di
belakang Fisip. Ku acuhkan Delani sementara waktu.
Setelah ku SMS tadi malam,
Romeo mau ku ajak menunggu jeda kuliah di café favorit. Mungkin karena bisa
dibilang ia mahasiswa baru, jadi masih belum banyak teman. Jadi, aku bisa
sedikit leluasa buat ngajak jalan. Cihuy!
Saat makan tiba-tiba nada dering Crush-David Archuletta ku berbunyi…
LG DMN C? PRG G NGJAK2! SMS
Delani.
EMEREGENCY,
GIRL! NTR KLO PAK SAM DTG, SMS Y!
TP SKRG MW CURHAT?!
HALAH, NTR J DKOS GW. SKRG G BS SORRY
Langsung HP ku matiin. Gak mau lah kehilangan momen bareng Romeo, sang pangeran hati!
Huft, lama juga tidak melihat apalagi jalan bareng Romeo. Kangen juga. SMS
ah!
GNGGU G?
G. DA PA, JULL?
BORING J,HE2. G DA KRJAAN. LG DMN?
DI KNTOR PAPA. Y,KLWR MAEN DONK!
MLZ AH G DA TMN
Ada SMS lagi, tapi bukan balasan dari Romeo. Seperti
biasa Delani mau curhat.
JUL, MSH HDP G C KM? G PRNH NONGOL?! PGN
CURHAT!!
ABOUT?? Balasku singkat
COW,HE2
BUKANNYA DH PTUS SAMA RIAN?
YG NI BDA
HADUH, NTR2AN J DH Y SORRY
Aku akui akhir-akhir ini aku sering melupakan
sahabatku sendiri. Tapi mau gimana
lagi, aku gak mau kehilangan cinta.
Aku berencana ngajak Romeo nonton di 21 sepulang
kuliah sore ini dilanjut makan di d’Metro food
court baru di Plaza Raya. Mudah-mudahan sesuai rencana. But, baru di parkiran Delani merangkul.
“Hi, Jull. Buru-buru pulang?”
“Iya, tapi nunggu temen dulu.”
“Siapa? Mau kemana?”
“Mau tahu aja! Kamu ndiri ngapain disini? Bukannya gak
bawa motor?”
“Emang iya. Tadi kebetulan lihat kamu aja di
sisni. Kebetulan juga sama, aku lagi nungguin
seseorang.”
“Siapa?” tanyaku penasaran.
“Boyfriend.”
Aku tersentak kaget. What?!! Seingatku baru satu setengah bulan lalu dia putus kenapa bisa
secepat ini dapat gandengan.
“Nah, itu Romeo ku datang, Jull!”
Aku seperti tersambar petir begitu tahu
laki-laki yang ditunjuk sahabatku Delani tak lain adalah Romeo. Laki-laki yang
seharusnya jadi pasangan ku, pendamping hidupku, bahkan seseorang yang rela
mati buatku.
Kenapa cerita di novel itu bohong? Kenapa
Shakspierre juga bohong? Kenapa skenario di film-film itu bullshit?
Aarrghh….!!!
“Duluan, Jull. Kita janjian mau nonton sore ini
dia juga mau ngajakin makan di food court baru di Plaza Raya. Sory ya,
Jull. Da..da” katanya sambil melambaikan tangan menghampiri Romeo.
No!
It’s my planning!
Lelaki itu, Romeo tidak seharusnya bersanding
sama kamu!
Sedikit aku merasa dikhianati, ditipu sahabatku
sendiri. Sial!
Setelah lama ku berdiri, merenung di sudut ruang
parkir berpikir bahwa sebenarnya tak ada
yang terkhianati. Aku salah!
“Romeo ku datang, Jull!”
Kata-kata itu masih terngiang jelas di
telingaku.
Kata-kata yang seharusnya tak pantas buat
diucapkan.
Seorang Romeo seharusnya dan sudah sewajarnya
dengan Julliet, yaitu aku. Bukan dengan gadis lain. Seperti halnya Rama-Sinta,
Arjuna dan Srikandi.
Tapi kenapa yang ini lain???!!!
TIDAAAKKKK!!!
Ide Cerita : Yaya
(Mahasiswi yang tak lepas dari kata “narsis”)

2 komentar:
baguuuuussss.....
ha8
Baguss gitu,,,(narsis)
wkwkwkw
Posting Komentar