Pages

Cerpan


“Romeo ku datang, Jull..!!”

Hi, nama ku Julliet. Dari namanya bisa ditebak akan ada seorang pangeran tampan yang datang suatu saat nanti, Romeo. Persis seperti cerita di novel karya Shakspierre dan film-film di TV. So, aku lah gadis paling beruntung di dunia, karena sejak dari lahir sudah berjodoh dengan sang pujaan hati, my Romeo. I’m so happy!
Monday, June 8th 2009
Ku awali hari Senin ini di kampus dengan t-shirt bertuliskan I love NY yang aku match dengan blazer hitam ku. Huft,seperti biasa jam pertama kuliah di pagi ini terasa membosankan karena sang dosen, Mr Eddie dosen ku dari Aussie hanya sempat bertatap muka selama 30 menit, itu pun cuma di isi dengan pemberian tugas dan materi lewat Power Point. Masih ada kuliah lagi tapi nanti jam 1 siang. Oh, my God harus ngapain 5 jam ini?! Bosen main ke mall apalagi nongkrong di HardmUse cafe yang notabene sudah menjadi café langganan 2 tahun terakhir. Aku memandangi tempelan-tempelan kertas di mading. Ada tempelan berbagai macam seminar dan syarat-syarat pengajuan beasiswa. Aku langsung teringat dengan rencana ke kantor program buat minta surat keterangan untuk keperluan perpanjangan beasiswa. Tanpa pikir panjang aku langsung bergegas. Setelah semua urusan ku selesai, istirahat sejenak di depan kantor. Lama sendiri.
“Maaf, kantor program di sini ya?”tanya laki-laki, maybe dia seumuran ku.
Aku menganggukkan kepala.
“Makasih.”
Aih,aih siapa itu tadi?? lumayan cuy tapi ko’belum pernah lihat. Masak iya mahasiswa tingkat satu sedewasa itu?? tapi mungkin juga
Tuesday, June 10th 2009
Ternyata laki-laki kemarin itu mahasiswa transfer dari jurusan yang sama, Sastra Inggris dari luar kota. Sebenarya aku cukup heran karena tidak segampang itu mahasiswa bisa masuk lewat jalur transfer, tapi kata mas Haris asisten program, dulunya ia dari PTS ternama dan nilainya bisa dibilang sangat lumayan. Ia sekarang di kelas B, berbeda dengan ku. Ku ketahui gak sengaja dari daftar absennya, nama mahasiswa baru itu Prahapatih Romeo.
Mataku terbelalak.
Weiits?!! Romeo? Romeo? Kupandangi daftar absen itu berulang kali.
Yes! Thanks God, Kau kirimkan ia sekarang!
Friday, July 3th 2009
Cukup lama untuk tahu siapa dirinya. Ternyata ia pindah dan terpaksa transfer karena disuruh sang ayah menemani menjalankan usaha bisnis waralaba-nya. Sang ayah yang seorang single parent yang juga telah hijrah lebih dulu ke kota ini 8 tahun lalu sehingga otomatis butuh pembantu sekaligus calon penerus. Gile, tajir nih! Makin lama aku berusaha sekuat hati untuk tahu lebih dalam. B’coz aku yakin ia jodoh yang dikirimkan Tuhan untuk ku, persis seperti cerita dan film-film “Romeo and Julliet”. Ow, so sweet!
Kisahku untuk mendekati Romeo aku lakukan diam-diam termasuk dengan Delani, my best and lovely friend (I hope).
Akhirnya, dengan segenap jerih payah dan usaha, aku dapatkan juga nomor HPnya. Perfect!
Saturday,July 4th 2009
Malam minggu ini dengan sedikit gagap dan cemas aku mulai coba SMS di nomor HP Romeo. Sebagai aksi pertama. Basa-basi.
HI, BNR ROMEO?
5 menit ia membalas, SIAPA???
MSH INGET CEW YG KTEMU DI DPN KNTR PROGRAM DL? PAKAI BLAZER ITEM
Agak lama juga ia balas, maybe sambil mengingat-ingat.
OH, IYA SORY BR INGAT.
SYUKUR MSH INGET, balasku cepat
BTW, DPT NO KU DR MN?
Aku gak balas. Mungkin karena terlalu lama akhirnya dia SMS.
AKU LOM TW NM KM, CP C?
Yes, dia gak bahas dapat dari mana nomornya.
JULLIET, KM ROMEO KN?!
KOK TW?
DI KMPUS SBGIAN BSR DH TW KM LG, DR JKT & SATU2NYA MHSSWA TRANSFER, HA8
OH, LAM KNL J DH
Monday, July 6th 2009
Aku mulai bertegur sapa dan saling melempar senyum dengan Romeo. Yap! Cowok yang aku yakini sebagai pendampingku kelak. Dia mulai mengajak bicara seputar SMS ku malam minggu kemarin. Akhinrya pembicaraan itu di lanjutkan di kantin kampus. Thanks God (again)!
Tuesday, July 7th 2009
Aku memberanikan diri untuk menyambangi kelas Romeo sepulang kuliah. Ku ajak ia makan empek-empek di belakang Fisip. Ku acuhkan Delani sementara waktu.
Wednesday, July 8th 2009
Setelah ku SMS tadi malam, Romeo mau ku ajak menunggu jeda kuliah di café favorit. Mungkin karena bisa dibilang ia mahasiswa baru, jadi masih belum banyak teman. Jadi, aku bisa sedikit leluasa buat ngajak jalan. Cihuy!
Saat makan tiba-tiba nada dering Crush-David Archuletta ku berbunyi…
LG DMN C? PRG G NGJAK2! SMS Delani.
EMEREGENCY, GIRL! NTR KLO PAK SAM DTG, SMS Y!
TP SKRG MW CURHAT?!
HALAH, NTR J DKOS GW. SKRG G BS SORRY
Langsung HP ku matiin. Gak mau lah kehilangan momen bareng Romeo, sang pangeran hati!
Sunday, July 12th 2009
Huft, lama juga tidak melihat apalagi jalan bareng Romeo. Kangen juga. SMS ah!
GNGGU G?
G. DA PA, JULL?
BORING J,HE2. G DA KRJAAN. LG DMN?
DI KNTOR PAPA. Y,KLWR MAEN DONK!
MLZ AH G DA TMN
Ada SMS lagi, tapi bukan balasan dari Romeo. Seperti  biasa Delani mau curhat.
JUL, MSH HDP G C KM? G PRNH NONGOL?! PGN CURHAT!!
ABOUT?? Balasku singkat
COW,HE2
BUKANNYA DH PTUS SAMA RIAN?
YG NI BDA
HADUH, NTR2AN J DH Y SORRY
Aku akui akhir-akhir ini aku sering melupakan sahabatku sendiri. Tapi mau gimana lagi, aku gak mau kehilangan cinta.
Monday, July 13th 2009
Aku berencana ngajak Romeo nonton di 21 sepulang kuliah sore ini dilanjut makan di d’Metro food court baru di Plaza Raya. Mudah-mudahan sesuai rencana. But, baru di parkiran Delani merangkul.
“Hi, Jull. Buru-buru pulang?”
“Iya, tapi nunggu temen dulu.”
“Siapa? Mau kemana?”
“Mau tahu aja! Kamu ndiri ngapain disini? Bukannya gak bawa motor?”
“Emang iya. Tadi kebetulan lihat kamu aja di sisni. Kebetulan juga sama, aku lagi nungguin seseorang.”
“Siapa?” tanyaku penasaran.
Boyfriend.
Aku tersentak kaget. What?!! Seingatku baru satu setengah bulan lalu dia putus kenapa bisa secepat ini dapat gandengan.
“Nah, itu Romeo ku datang, Jull!”
Aku seperti tersambar petir begitu tahu laki-laki yang ditunjuk sahabatku Delani tak lain adalah Romeo. Laki-laki yang seharusnya jadi pasangan ku, pendamping hidupku, bahkan seseorang yang rela mati buatku.
Kenapa cerita di novel itu bohong? Kenapa Shakspierre juga bohong? Kenapa skenario di film-film itu bullshit?
Aarrghh….!!!
“Duluan, Jull. Kita janjian mau nonton sore ini dia juga mau ngajakin makan di food court baru di Plaza Raya. Sory ya, Jull. Da..da” katanya sambil melambaikan tangan menghampiri Romeo.
No! It’s my planning!
Lelaki itu, Romeo tidak seharusnya bersanding sama kamu!
Sedikit aku merasa dikhianati, ditipu sahabatku sendiri. Sial!
Setelah lama ku berdiri, merenung di sudut ruang parkir berpikir bahwa sebenarnya tak ada yang terkhianati. Aku salah!
“Romeo ku datang, Jull!”
Kata-kata itu masih terngiang jelas di telingaku.
Kata-kata yang seharusnya tak pantas buat diucapkan.
Seorang Romeo seharusnya dan sudah sewajarnya dengan Julliet, yaitu aku. Bukan dengan gadis lain. Seperti halnya Rama-Sinta, Arjuna dan Srikandi.
Tapi kenapa yang ini lain???!!!
TIDAAAKKKK!!!



Ide Cerita : Yaya
(Mahasiswi yang tak lepas dari kata “narsis”)

2 komentar:

Anonim mengatakan...

baguuuuussss.....
ha8

Yaiia mengatakan...

Baguss gitu,,,(narsis)
wkwkwkw

Posting Komentar